Ass@L@mu@la!kuM...

Thursday, June 4, 2009

METAFORA

Sekerat akar mampu kuhulur padamu

Di saat dikau terkapai dan kelemasan

Di arus hidup yang tinggal sejengkal cuma

Katamu kau tak bisa berenang ke sana

Engkaulah teman tanpa sangsi dan curiga

Setelah aku mendengar lirih ratapmu

Harumnya sekuntum melati di embunan pagi

Sewaktu kita melewati sebidang tanah perkebunan

Persahabatan

Tersasar aku di dalam mentafsir

Aksara jujur dan ketelusan yang terpamer di wajahmu

Terlalu naïf untuk ku fahami

Metafora puisi dusta dan personafikasi

Sukarnya untuk aku membuktikan

Kebenaran yang berpihak padaku

Kerna peluang langsung tiada padaku

Sedarlah aku erti senyuman

Ada dendam yang tidak pernah padam

Pada lirik matamu ada pedang tajam yang merejam

Terima kasih atas pengalaman itu

Mengajak aku kembali mengenal diri

Terpaksa lagi menyusuri jalan-jalan sepi

Masih bisakah kutemui sekuntum melati mewangi yang tidak berduri

0 ResPoN koRg:

Post a Comment